Tugu peringatan pembebasan Irian Barat

tugu peringatan pembebasan Irian Barat

Lapangan Banteng, dulu bernama Waterlooplein (bahasa Belanda: plein = lapangan) yaitu suatu lapangan yang terletak di Weltevreden, Batavia; tidak jauh dari Gereja Katedral Jakarta.

Pada masa itu, Lapangan Banteng dikenal dengan sebutan Lapangan Singa karena di tengahnya terpancang tugu peringatan kemenangan pertempuran di Waterloo, dengan patung singa di atasnya.

Tugu Singa tersebut didirikan pada zaman pemerintahan pendudukan tentara Jepang (1942-1945).

Pada era Presiden Soekarno, lahan yang disebut Lapangan Singa itu dinamakan dengan Lapangan Banteng.

Alasannya, Lapangan Singa mengingatkan pada era penjajahan Belanda.

Sementara nama Banteng sendiri dianggap dapat mewakili semangat perjuangan rakyat Indonesia.

Terdapat kemungkinan pada zaman dahulu tempat yang kini menjadi lapangan itu dihuni berbagai macam satwa liar seperti macan, kijang, dan banteng.

Pada waktu J.P. Coen membangun kota Batavia di dekat muara Ciliwung, lapangan tersebut dan sekelilingnya masih berupa hutan belantara yang sebagian berpaya–paya.

Pada era 1970-an, Lapangan Banteng mulanya adalah sebuah terminal tempat bus kota saat pemerintahan Gubernur Ali Sadikin.

Tahun 1981, Pemda DKI mengosongkannya dan menjadikannya sebagai taman umum.

Sebuah keputusan yang tepat. Terminal bus yang hiruk pikuk dan asap knalpot yang membumbung kurang serasi berada di tengah perkantoran pemerintahan, hotel, dan tempat ibadah di sekitarnya

ak berhenti di situ, Presiden Soekarno turut membangun tugu peringatan pembebasan Irian Barat dari tangan Belanda.

Patung yang berbentuk orang mengangkat tangan dan terbebas tersebut dianggap memiliki nilai sejarah perjuangan tersendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *