Gempa Banten Berkekuatan 5,4 Magnitudo Dirasakan Hingga ke Bandung

Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang
 

Gempa bumi dengan magnitudo 5,4 M mengguncang wilayah Lebak, Banten, Selasa (7/7) sekitar pukul 11.44 WIB. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

"Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," kata Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam keterangan tertulisnya.

Dari informasi BMKG, Selasa (7/7/2020), gempa berkekuatan magnitudo 5,4 terjadi pada pukul 11.44 WIB. Nunin salah satu warga Bandung mengaku merasakan gempa tersebut. "Iya tadi saya bilang di grup dikirain gempanya dekat-dekat sini (Bandung), tak menyangka pusat gempanya di Banten," ujarnya ketika dihubungi tim BMKG. Menurutnya, gempa tersebut terasa hanya beberapa detik, namun cukup membuat kaget.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi tersebut memiliki mekanisme pergerakan naik (Thrust Fault)," sambungnya.

Thrust fault atau Gempa Sesar umumnya terjadi ketika dua lempengan batu menekan satu sama lain. Akibatnya, getaran gempa dirasakan naik turun. Thrust fault ini terjadi pada kedalaman yang dangkal, lempeng-lempeng tersebut akan bergeser satu sama lain, seperti dikutip USGS.

Koordinat gempa berada pada titik 6.69 LS dan 106.14 BT. Lokasi gempa 18 km arah barat daya Rangkasbitung. Kedalaman berada 82 km.

Menurut Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, getaran gempa sampai dirasakan warga Bandung karena ada efek soft sedimen atau tanah lunak.

"Guncangan gempa ini sangat dirasakan di Bandung karena adanya efek soft sedimen atau tanah lunak (local site effect) di Bandung sehingga resonansi akibat tebalnya lapisan tanah lunak ini membuat gempa sangat amat dirasakan," jelas Daryono


© 2020 KumpulKata. All Rights Reserved. Powered by Dunia3d